Mengapa Kecepatan Crane Penting?
Kecepatan crane memengaruhi:
Biaya awal & biaya operasional → Crane dengan kecepatan lebih tinggi biasanya membutuhkan motor dan kontrol lebih besar, sehingga biaya meningkat.
Produktivitas → Jika kecepatan terlalu rendah, crane bisa menjadi bottleneck dan menurunkan output produksi.
Efisiensi energi → Pemilihan kecepatan yang tepat mengurangi konsumsi daya.
Komponen Kecepatan Crane
Kecepatan crane dibagi menjadi tiga jenis utama:
Hoist Speed → Kecepatan angkat beban (naik/turun).
Trolley Travel Speed → Kecepatan gerak troli secara horizontal di atas girder.
Bridge Travel Speed → Kecepatan gerak jembatan crane sepanjang lintasan.
Rekomendasi Kecepatan Crane
Berdasarkan Whiting Crane Handbook, berikut rekomendasi kecepatan crane (feet per minute):
| Kapasitas Beban | Hoist (Slow–Medium–Fast) | Trolley Travel | Bridge Travel |
|---|---|---|---|
| 5 – 10 ton | 25–55–90 | 100–150–200 | 150–300–400 |
| 15 – 25 ton | 10–36–45 | 100–150–200 | 150–300–400 |
| 30 – 50 ton | 6–18–24 | 80–150–200 | 100–200–300 |
| 60 – 100 ton | 4–14 | 50–125–150 | 50–200 |
| 125 – 200 ton | 3–7 | 25–100 | 50–150 |
👉 Catatan:
Kecepatan slow cocok untuk standby dan light service.
Kecepatan fast digunakan untuk severe duty cycle di industri berat.
Analisis Duty Cycle Crane
Pemilihan kecepatan juga bergantung pada duty cycle (siklus kerja).
Light Service → Penggunaan tidak intens, cocok dengan kecepatan lambat.
Medium Service → Misalnya di workshop atau gudang, pakai kecepatan menengah.
Heavy/Severe Service → Digunakan pada industri berat (baja, pelabuhan, pertambangan) dengan kecepatan tinggi agar tidak menghambat produksi.
📌 Contoh perhitungan :
Crane 5 ton dengan kecepatan 60 FPM hoist, 200 FPM trolley, dan 400 FPM bridge dapat memindahkan 50 ton besi dalam waktu ±55 menit.
Tips Memilih Kecepatan Crane yang Tepat
Sesuaikan dengan kebutuhan produksi → Jangan memilih crane terlalu cepat jika hanya digunakan sesekali.
Pertimbangkan efisiensi energi → Motor lebih besar = biaya listrik lebih tinggi.
Analisis duty cycle → Untuk pabrik dengan operasi intensif, pilih kecepatan menengah hingga tinggi.
Gunakan komponen standar pabrikan → Lebih ekonomis dan mudah perawatan.
Kesimpulan
Pemilihan kecepatan crane bukan hanya soal spesifikasi teknis, tetapi juga menyangkut efisiensi biaya, produktivitas, dan keberlanjutan operasional. Dengan mengikuti rekomendasi standar (seperti dari Whiting Crane Handbook) serta menyesuaikannya dengan duty cycle, perusahaan bisa memastikan crane bekerja optimal tanpa menjadi bottleneck produksi.

